Ekonomi

ShariaTalk #01 MES UK – “Framing Islamic Economics as a Moral Economy”

23 March 2017



“Framing Islamic Economics as a Moral Economy” menjadi tema yang diangkat dalam ShariaTalk yang berlangsung pada Selasa sore, 14 Maret 2017. Dipandu oleh Yunice Karina Tumewang, diskusi ini menghadirkan seorang lulusan Hukum Shari’ah dari Universitas Al-Azhar bernama Lutvia Moonda sebagai pembicaranya. Presentasi ini diawali dengan penegasan bahwa diskusi kali ini merupakan bagian dari ijtihad yang mana jika benar akan diganjar dengan 2 pahala, dan bahkan jikapun salah akan tetap diganjar dengan 1 pahala. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengantar terkait sejarah Moral Economy yang diawali oleh gagasan Polanyi (1957) dan E.P. Thomson (1971) atas refleksi Food Riot di UK sekitar abad 18. Berangkat dari gagasan brilian mereka, terbentuklah Moral Economy dengan 8 fitur khasnya (i.e. embeddedness, no commodification, no fictiosness, etc) yang sangat sejalan dengan Islamic Economics berdasarkan 4 ethical axioms di dalamnya yaitu Unity (Tauhid), Free Will (Ikhtiyar), Equilibrium (Al ‘Adl wal Ihsan), dan Responsibility (Fardh).

Setelah presentasi singkat selama kurang lebih 30 menit, event yang dilaksanakan dalam Room 214 Durham University Business School, berhasil menghadirkan diskusi ilmiah yang santai sekaligus mencerdaskan bagi 12 pesertanya. Lebih jauh lagi, diskusi ini juga menjangkau jutaan pasang mata yang menyaksikan siaran diskusi ini melalui official channel YouTube MES UK. Beberapa pertanyaan cemerlang terkait Moral Economy dalam tatanan sistem ekonomi nasional, peranan pemerintah di dalamnya, keterkaitannya dengan Market Economy, commodification, dan alasan perlunya Islamic Economic dilihat dalam kerangka Moral Economy, berhasil menjadi pemantik hangatnya diskusi yang berjalan selama lebih dari 1 jam kemudian.

Di penghujung diskusi, Fadhil Akbar Purnama, selaku Ketua Departemen Edukasi MES UK mengapresiasi seluruh elemen termasuk para peserta yang telah sangat kontributif alam menyukseskan ShariaTalk yang merupakan output dan program kerja lanjutan dari Online Lecture yang telah dilaksanakan dua hari sebelumnya oleh Departemen Edukasi MES UK. Beliau juga berharap kesuksesan yang lebih baik lagi dapat terulang dalam diskusi-diskusi selanjutnya dan dapat dipertahankan hingga kepengurusan selanjutnya. (red/ykt)