Islamic Digest

Buku Ibnu Sina, Harta Karun di Meksiko

10 October 2017



Selama pertengahan abad ke-20 M, seorang dokter Meksiko yang amat dihormati, Jose Joaquin Izquierdo, menemukan salinan Liber Canonis de Medicines Cordialibus et Cantica karya Ibnu Sina di Perpustakaan Nasional Meksiko. Buku ini diedit oleh Joan Hervagios pada 1556.

Keberadaan buku itu menunjukkan karya Ibnu Sina memang digunakan di Spanyol Baru pada abad ke-16. Buku Ibnu Sina lainnya, Disputatione Medicae, yang dicetak Pedro García Carrero di Alcala de Henares oleh penerbit Juan Graciani pada 1611 juga ditemukan Izquierdo di perpustakaan yang sama. Kapal-kapal yang tiba di pesisir Amerika biasanya membawa banyak buku.

Beberapa di antaranya terlarang menurut lembaga Inkuisisi Suci yang berada di bawah koordinasi Gereja Katolik Roma. Namun, beberapa pakar pengobatan dan dokter bisa meloloskan beberapa buku.

Dalam daftar barang milik seorang pedagang buku Alonso Losa pada 1576, terdapat dua salinan Exposicion sobre las preparaciones de Mesue yang diterbitkan pada 1569. Buku itu diterbitkan Antonio de Aguilera dari Alcala de Henares. Buku Mesue yang merujuk para karya ilmuwan kedokteran Arab itu masih digunakan sampai akhir abad 18.

Buku tua lain yang terdapat di Perpustakaan Nasional Meksiko adalah Liber Serapionis Agregatus in Medicines Simplicibus Translaton Symonis Ianuensis Interprete Abraan Iudeo Tortuosiensi de Arabico in Latinum Inquit Serapion. Buku yang diterjemahkan dari karya Serapione itu dipublikasikan pada 1473 di Parma oleh Antonio Zarotum.

Patut dicatat, metode terapi abad pertengahan yang digunakan baru sebatas operasi amputasi, bekam, pemberian obat cair, plester, pencegahan infeksi dengan metode bakar, dan infus. Kemudian digunakanlah air soliman untuk mencegah infeksi akibat merkuri terlarut dalam air. Resep ini pertama kali ditemukan dalam Summa Perfectionis yang ditulis Geber. Geber adalah ahli kimia Arab yang karya-karyanya juga dikenal di Spanyol Baru.

Praktik pengobatan lain yang berakar pada keilmuwan para saintis Muslim dan umum digunakan kala itu adalah penggunaan batu mustika (bezoar). Batu ini memang dikenal sebagai penawar racun (antidote). Namun di Spanyol Baru, batu ini berguna menangkal segala racun.