Madrasah

Pemerintah prioritaskan pengembangan madrasah di Indonesia timur

20 October 2017



Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) Kemenag RI Dr HA Umar MA mengatakan bahwa pada 2018 pemerintah memprioritaskan anggaran pemerataan kualitas pendidikan madrasah untuk daerah Indonesia bagian timur.

“Kebijakan itu dilakukan karena wilayah bagian timur Indonesia merupakan wilayah yang jarang tersentuh dan terkesan terluar dan terbelakang, sehingga pendidikan madrasah di daerah itu belum berkembang,” kata Dr HA Umar MA, di Pekanbaru, Jumat.

Saat mengunjungi MAN I Pekanbaru dan sebelumnya meninjau MAN IC Kabupaten Siak, Umar mengatakan, perhatian khusus untuk daerah terluar diberikan terkait animo dan ketertarikan masyarakat terhadap madrasah sudah meningkat. Bahkan, katanya, UNESCO justru menganggap madrasah di Indonesia sangat spesial.

“Jika ada Islamic school dengan muncul sekolah boarding school, tapi itu bukan madrasah, madrasah itu unik dan spesial,” katanya lagi.

Umar mengatakan, peningkatan kualitas juga harus dilakukan dengan pendekatan yang esensial. Kendati ada kendala seperti tidak sedikit guru-guru instan asal jadi yang berada di lingkungan madrasah.

Kendala lain, menurutnya, adalah kurang publikasi, sehingga belum semua madrasah bisa dikenal prestasinya secara nasional, padahal segudang prestasi sudah dihasilkan.

“Segudang prestasi pun kalau tidak dipublikasikan ke masyarakat, tentu orang tidak akan mengenal kelebihan dan prestasi sekolah kita,” katanya pula.

Hal penting lainnya, kata dia, jadilah guru terbaik, kalau tidak bisa menjadi guru terbaik tidak usah menjadi guru, karena menjadi guru itu yang diasuh adalah rohani.

Ia mengakui bahwa dua buku hasil karyanya tentang pendidikan madrasah dan pengalaman di lapangan telah mengantarkan dirinya duduk sebagai Direktur KSKK Madrasah.

Buku lain yang ditulisnya adalah berjudul Revolusi Madrasah: Mozaik “Perjuangan” Tiga Kota (2014), yang diberi Kata Pengantar oleh Prof Dr Nur Syam MSi, pada saat itu menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Islam, dan Prof Dr Phil M Nur Kholis Setiawan MA, saat itu sebagai Direktur Pendidikan Madrasah dan buku Madrasah Transformatif: Best Practice Pengelolaan Madrasah di Kota Santri (2015).

Dua buku tersebut, ditulisnya berdasarkan pengalaman lapangan ketika menjadi Kepala Kantor Departemen Agama di beberapa kabupaten.

Pada kesempatan itu, Umar memberikan tips-tips sederhana untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Pertama, harus memilih guru yang baik, jangan menerima guru yang terpaksa.

Kedua, harus bisa memilih guru yang rajin dan disiplin, karena menurutnya tipe guru seperti ini akan bisa memberi stimulus besar sekaligus mengobsesi semangat siswa untuk giat belajar. Karena tugas guru adalah mengubah anak menjadi lebih baik dari segi perilaku bukan saja pengetahuan.

“Artinya materi, metode, guru dan rohnya perlu ada dalam proses pembelajaran, jelasnya memberi spirit. Tahun 2021, akan ditargetkan menjadi tahun keemasan bagi madrasah. Tentunya didukung dengan indikator yang bagus. Apalagi saat ini madrasah terbukti sudah menunjukkan eksistensinya di masyarakat,” ujarnya lagi.

Dia menyebutkan semakin banyak madrasah reguler yang berprestasi dari tahun ke tahun termasuk MAN Cendekia yang memiliki kualitas mumpuni. Masa keemasan ini tidak bisa “sim salabim” begitu saja, perlu langkah kongkret untuk membuktikannya.

Pihaknya ke depan akan menyiapkan regulasi untuk membatasi pendirian madrasah cendekia, madrasah kejuruan yang jumlahnya ada lima di Indonesia, dan untuk MAN IC sebanyak 20 madrasah dan juga membatasi pendirian madrasah swasta yang baru.

“Pembatasan ini dilakukan guna pemerataan akses, dengan dana yang tidak besar bisa dialokasikan untuk menyubsidi madrasah seperti MAN I Pekanbaru ini sudah bagus dengan suntikan dana bisa lebih maju lagi ke depan,” katanya pula.

Dia menyatakan, tahun 2018 ditafsirkan akan ada sekitar 1.000 madrasah aliah negeri diakreditasikan dan dibiayai, sebab dengan akreditasi yang baik akan memberikan kesadaran kepada madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Adanya akreditasi akan bisa mengukur prestasi maupun segala kelemahan dan kekurangan yang ada, kata dia lagi.