Pendidikan Tinggi

Menteri PPN/BAPPENAS Isi Kuliah Umum “Pembangunan Infratruktur dan Pertumbuhan Ekonomi” di hadapan Civitas Akademika Unand

01 November 2017



Padang (Unand) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph. D mengisi kuliah umum dihadapan civitas akademika Universitas Andalas pada Rabu (1/11) di Ruang Rapat Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang.

Kuliah umum ini mengangkat tema “Pembangunan Infratruktur dan pertumbuhan ekonomi” yang dimoderatori oleh Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dr. Hefrizal Hendra dan didampingi oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA.

Menteri PPN Republik Indonesia Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph. D mengatakan Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi agar keluar dari Middle Income Trap (MIT).

Lebih lanjut ia mengungkapkan berdasarkan exercise Bappenas menunjukkan Indonesia baru mampu keluar dari MIT pada tahun 2034 dengan syarat pertumbuhan ekonomi harus mencapai 6,4%.

Ditambahkannya yang menjadi permasalahan utama saat ini adalah Produk Domestik Bruto (PDB) potensial Indonesia 2011-2015 terus menurun dan salah satu kunci untuk meningkatkan PDB potensial adalah melalui pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta juga pembangunan bagi suatu daerah atau wilayah,”tambahnya.

Dikatakannya pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat tertinggal jika dibandingkan dengan Negara-negara lain di Asia seperti China dan India.

Beberapa Negara seperti China dan India menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai pendongkrak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

Tidak heran jika Presiden Joko Widodo sangat gencar dalam pembangunan infrastruktur ini karena infrastruktur adalah syarat untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu ia menyebutkan dampak pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi seperti peningkatan produktivitas, penurunan biaya input, penciptaan lapangan kerja, mendorong sektor lain dan peningkatan jaringan informasi serta akses pasar.

“Infrastruktur itu merupakan suatu kebutuhan agar Indonesia bisa bersaing dengan Negara lain, agar masyarakat indonesia hidupnya lebih baik dan indonesia lebih cepat menjadi negara maju sehingga masyarakatnya hidup sejahtera,”ujarnya.  (UNAND)