Energi

PGN-Pertamina Bangun Pipa Transmisi Gas Duri-Dumai

18 June 2017



PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dan PT Pertamina (Persero) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembangunan dan Pengoperasian bersama untuk membangun Pipa Transmisi Gas Duri-Dumai, Riau, Jumat (9/6). Direktur Gas dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani mengatakan kerja sama ini merupakan sinergi BUMN dalam membangun infrastruktur gas bumi nasional.

Pertamina telah menjadi salah satu pemasok utama gas bumi bagi PGN, dan keduanya sukses bersinergi membentuk PT Nusantara Regas untuk mengelola FSRU atau terminal apung LNG, Jawa Barat di Teluk Jakarta yang kini digunakan untuk memasok gas bumi bagi pembangkit PT PLN (Persero).

Penandatanganan ini merupakan tidak lanjut penugasan dari Kementerian ESDM sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri No 5975 K/12/MEM/2016 tertanggal 27 Juni 2016 tentang penugasan pembangunan dan pengoperasian bersama pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai. Komposisi partisipasi masing-masing pihak dalam proyek tersebut adalah sebesar 60 persen Pertamina dan 40 persen PGN.

Pembangunan pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai sepanjang 67 Km akan dilaksanakan dalam 18 bulan. Pipa transmisi Duri-Dumai tersebut akan digunakan untuk mengangkut gas bumi milik Pertamina guna memenuhi kebutuhan Kilang Dumai dan juga untuk mengangkut gas bumi milik PGN yang akan disalurkan bagi kebutuhan pelanggan PGN baik industri, komersial, pelanggan kecil dan rumah tangga. PGN saat ini juga membangun jaringan pipa distribusi di Dumai yang progress pembangunannya berjalan dengan baik.

Sementara itu, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Jobi Triananda Hasjim mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam nawacita menargetkan pembangunan infrastruktur gas bumi senilai 32 miliar dolar AS di berbagai daerah. Sinergi yang ditandatangani hari ini merupakan salah satu bentuk konkret dukungan Pertamina dan PGN untuk mencapai target tersebut.

“Kami yakin, dengan pembangunan pipa transmisi gas bumi dari Duri ke Dumai akan memberikan banyak manfaat khususnya bagi masyarakat. Mulai dari meningkatkan ketahanan energi daerah, menciptakan multiplier effect seperti penciptaan Iapangan kerja, sampai meningkatkan daya saing industri di Kota Dumai,” kata Jobi.

Jobi mengatakan dengan sinergi antar BUMN, pembangunan infrastruktur gas bumi akan semakin masif sehingga mampu meningkatkan pemanfaatan gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan di masyarakat.

“Sinergi antara Pertamina dan PGN bukanlah barang baru, selain pengelolaan FSRU Jawa Barat, melalui SAKA Energi PGN memasok LPG ke Pertamina. Kami berharap sinergi Pertamina dan PGN terus dapat dilakukan termasuk dengan BUMN lainnya,” ujar Jobi.

Dalam membangun dan mengoperasikan pipa transmisi Duri Dumai ini, kedua BUMN segera membentuk Komite Manajemen sebagai wadah konsultasi dan koordinasi. Komite Managemen terdiri 10 orang, enam orang berasal dari Pertamina dan empat orang dari PGN. Tugas komite ini berakhir setelah terbentuknya Joint Venture Company atau bentuk kerjasama lainnya. (Republika – Antara)