Islamic Digest

Benteng Yahudi di Madinah

21 June 2017



Bangsa Yahudi, terlepas dari konspirasi dan pengkhianatan, pernah berjaya dan membuat klan terkuat di Yatsrib, sekarang Madinah. Tak dapat dilacak secara pasti, kapan mereka mulai berdomisili di Madinah ketika itu. Hanya penyebab eksodus mereka dari Palestina, cukup masyhur. Ketika Bizantium menyerang Palistena, mereka hijrah ke sejumlah wilayah dengan kesuburan tanah, termasuk Madinah sebagai alternatif.

Meski tiba sebagai pendatang, tetapi Yahudi berhasil menciptakan klan-klan besar. Ada tiga klan besar Yahudi ketika itu di Madinah, yakni Bani Nadhir, Bani Quraizhah, dan Bani Qainuqa’. Mereka berdomisili di tempat-tempat strategis.

Daerah `Awali (Wadi Mudzainib), Wadi Mahzur dan Wadi Buth¬han yang merupakan sumber air di Madinah, berhasil dikuasai. Selain tanah, mereka juga menguasai perdagangan. Pasar Bani Qainuqa` menjadi pasar paling ramai dan lengkap, sekaligus jantung perekonomian Madinah.

Mereka juga membuat benteng-benteng pertahanan untuk melindungi permukiman mereka. Beberapa di antaranya masih tersisa di Madinah meski sayang kondisinya sangat memprihatinkan.

Bani Qainuqa’

Ini adalah sisa-sisa dari salah satu benteng Bani Qaynuqa, barat daya Kota Madinah. Meski mereka tidak menguasai lahan pertanian atau perkebunan, tetapi mereka unggul di bidang perdagangan, kerajinan tangan, dan jual beli emas. Qainuqa’ adalah suku Yahudi pertama yang melanggar pakta Piagam Madinah. Pada pertengahan Syawal, 2 Hijriyah, Rasulullah SAW dan segenap warga Madinah sepakat mengusir mereka.

Bani Nadhir

Situs yang merupakan tempat tinggal Bani Nadhir ini berada di Wadi Mudzaineb. Tenggara Madinah, sekira 3,5 km dari Masjid Nabawi dan satu kilometer dari Masjid Quba. Suku Yahudi ini berkonspirasi melakukan percobaan pembunuhan Rasulullah SAW, tetapi tak pernah berhasil. Mereka diusir dari Madinah pada 4 AH dan melarikan diri ke Khaiber dan Suriah

Banu Quraizhah

Mereka tinggal di Wadi Mahzur, Harrah Madinah. Suku ini terkenal piawai bercocok tanam. Mereka memperkenalkan teknologi pertanian seperti budi daya kurma dan gandum. Sayangnya, mereka memberontak dan mengkhianati perjanjian damai dengan kaum Muslim selama Perang Khandaq. Setelah pengepungan, mereka akhirnya menyerah diri dan keluar dari Madinah. (Republika)