Tambang & Migas

Diduga Kelebihan Beli USD 900 Juta, KPK Diminta Usut Pembelian Saham ConocoPhillips oleh Pertamina

18 December 2016



Blok Migas | Foto : Istimewa

Blok Migas | Foto : Istimewa,

Eksplorasi.id – Rencana PT Pertamina (Persero) akan mengakuisi 35 persen saham milik Repsol di Lapangan Menzel Lejmat North (MLN), Aljazair menuai kritik.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan, tidak lazim sebuah perusahaan migas memiliki hingga 100 persen kepemilikan saham di satu blok.

“Ini ada apa tiba-tiba Pertamina mau kuasai seluruh saham di Lapangan MLN? Perlu diketahui, ketika Pertamina membeli 65 persen saham ConocoPhillips Algeria Ltd, di Blok 405a, Aljazair senilai USD 1,75 miliar diduga terjadi kelebihan pembelian,” kata dia kepada Eksplorasi.id di Jakarta, Minggu (18/12).

Yusri mengungkapkan, ketika Pertamina membeli saham ConocoPhillips di Aljazair saat itu sebesar USD 1,75 miliar, kala itu aset bersih ConocoPhillips Algeria hanya sebesar USD 850 juta per 31 Oktober 2012.

“Berarti Pertamina membeli lebih mahal hingga USD 900 juta. Kelebihan beli ini sangat fantastis! Kemudian soal janji tambahan pasokan minyak hingga 23 ribu barel per hari (bph) dari MLN apakah hingga kini bisa tercapai?” jelas dia.

Yusri berkomentar, berdasarkan informasi yang diperoleh, dari rencana 23 ribu bph yang konon menjadi hak Pertamina, namun realisasinya hanya 11 ribu bph.

Dia menambahkan, KPK harus turun tangan memeriksa proses pembelian 65 persen saham ConocoPhillips di Aljazair tersebut oleh Pertamina.

Sebelumnya, pada 27 November 2013, Pertamina menuntaskan transaksi dengan ConocoPhillips untuk mengakuisisi unit bisnisnya di Aljazair, ConocoPhillips Algeria Limited (COPAL) dengan total nilai USD 1,75 miliar.

Akuisisi ini menjadikan Pertamina menguasai 65 persen participating interest di Blok 405a, yang memiliki tiga lapangan minyak utama, yaitu Menzel Lejmat North (MLN), Ourhoud, dan EMK.

Pertamina yang memiliki 65 persen participating interest tersebut juga bertindak selaku operator di lapangan MLN. Sedangkan di Lapangan Ourhoud dan EMK perseroan hanya punya saham masing-masing 3,7 persen dan 16,9 persen, dan bukan menjadi operator.

Hasil produksi minyak Blok 405a ini konon akan diolah di kilang Pertamina. Cadangan minyak Pertamina diperkirakan mendapat pasokan tambahan lebih dari 100 juta barel.

“Pertanyaan lainnya, apakah benar hasil produksi dari Blok 405a itu selama ini memang sudah diolah di kilang milik Pertamina di Indonesia?” ujar Yusri Usman.

Dia berkomentar, jika Pertamina tetap berkukuh ingin membeli 35 persen saham milik Repsol di Lapangan MLN tersebut maka sudah semestinya aparat penegak hukum seperti KPK mengawasi proses pembeliannya sejak awal.

“Jangan sampai kasus pembelian 65 persen saham ConocoPhillips oleh Pertamina terulang. Jika perlu, KPK segera memeriksa proses pembelian saham ConocoPhillips tersebut secepatnya,” tegas dia.

Seperti diketahui, Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang belum lama ini mengatakan, perseroan akan membeli 35 persen saham milik Repsol di Lapangan MLN.

Jika Pertamina jadi membeli saham tersebut, maka perseroan akan menjadi ‘penguasa’ tunggal di lapangan itu karena menguasai hingga 100 persen kepemilikan saham.

Reporter : HYN