Sains & Teknologi

Ada Suatu Kebutuhan Transportasi, Peran Perkeretaapian Perlu Ditingkatkan

18 July 2017



KTN 2017 ini bukan hanya temu ilmiah saja, tetapi dari pertemuan ini harus dapat menghasilkan suatu rumusan ilmiah dibidang teknologi khususnya dibidang teknologi transportasi di Indonesia, demikian kata Erzi Agson Gani, Perekayasa Utama BPPT dihari kedua Kongres Tekologi Nasional 2017, di BPPT (18/07).

Erzi menambahkan, ada dua aspek penting dibidang teknologi transportasi yakni prasarana dan sumber daya manusia. Dengan TKDN, diharapkan akan bisa memberikan dampak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya dibidang transportasi perkeretaapian ini.

Sementara, Direktur Lalu lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jendral Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Zulmafendi memaparkan, kebijakan pembangunan perkeretaapian nasional dan tantangan transportasi masal untuk yang akan datang, adalah perkembangan wilayah serta pertumbuhan penduduk yang makin meningkat, tingginya harga bbm, rusaknya fasilitas jalan serta kepadatan kendaraan yang semakin tinggi inilah tantangan yang cukup signifikan.

Dengan transportasi Kereta api ini menurut Zulmafendi, mempunyai hal yang spesifik dalam efisiensi transportasi moda masal yang mempunyai tingkat keselamatan cukup tinggi. Dalam dua tahun belakangan ini kereta api tidak pernah mengalami kecelakaan lagi, ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Suryanto dari PT INKA, bahwa peran kereta api ini sangat penting sebagai mobilisasi penumpang, sistem, logistik angkutan barang, konektifitas nasional regional. Kereta api sebagai moda transportasi umum juga mampu mengangkut dalam jumlah besar, efisien, murah teratur, terjadwal, andal dan aman serta berdampak lingkungan rendah. “INKA diharapkan menjadi tuan rumah dalam semua produk perkeretaapian di Indonesia dan dapat menguasai pasar domestik dan menguasai pasar regional”, jelas Suryanto.

Kepala Balai B2TKS BPPT Sudarmadi yang ditugaskan untuk mengawal program jaringan kereta api nasional, menjelaskan bahwa ada suatu kebutuhan bahwa kereta api baik untuk bisnis maupun angkutan barang ada standar dan regulasi yg mengatur dari hulu sampai hilir untuk keselamatan masyarakat.

Selain peralatan dan fasilitas, perlu adanya kesiapan sumber daya manusia yang harus terpenuhi, serta persyaratan lainnya seperti laboratorium uji, lembaga inspeksi, dan lembaga sertifikasi yang mencakup ketidak berpihakan dan kemandirian, berbadan hukum serta sumber daya manusia yang berkompeten. Diharapkan perkembangan industri perkeretaapian dapat menjadi role model di Indonesia terang Sudarmadi. (Humas BPPT)