Muallim

Lima Jam Kuno Peninggalan Peradaban Muslim Abad Pertengahan

20 July 2017



Jam atau alat penunjuk waktu adalah salah satu penemuan penting pada masa peradaban Muslim. Para ilmuwan, penemu dan pengrajin membuat alat tersebut dengan sistem otmatis dan inovatif serta dengan melakukan analisis matematis terperinci.

Pada masa itu, mereka telah mampu membuat jam yang rumit dan berusaha mengendalikannya secara otomatis untuk menunjuk waktu. Terdapat lima penemuan alat penunjuk waktu atau jam yang ditemukan pada abad pertengahan oleh perdaban Muslim, di antaranya:

Pertama, Jam Air Mekanik Ibnu Al Haytham dari Abad ke 10 Ibnu al Haytham dikenal dengan terobosan penemuannya di bidang optik. Karya dia yang terkenal adalah Maqala fi ‘amal al binkan atau dikenal dengan jam air mekanis. Dalam tulisannya dia menyebutkan secara rinci mengenai jam air.

Penemuan barunya ini telah mencantumkan jam dan menit yang tidak pernah ada pada jam lain sebelumnya.

Dalam membuat jam air ini dia mengujinya dengan cara trial and error. Mekanisme pengukuran waktu yang digunakan adalah silinder dengan lubang kecil di dasarnya sebagai penggerak utama untuk memberitahukan waktu. Ibnu al Haytham menggunakan teknologi inflow untuk mengendalikan jamnya.

Teknologi ini dikenal di Kairo, Mesir sebelumnya. Penemuannya, diadaptasi oleh insinyur Muslim al Muradi, Ibnu Ridhwan al Sa’ati dan Al jazari.

Kedua, Jam al Muradi dari abad ke 11. Deskripsi awal mengenai jam air ditemukan dalam buku rahasia al Muradi berbahasa Arab. Buku ini membahas jam air dan perangkat lain yang menggunakan automata.

Risalah ini terdiri dari 31 model dimana lima model mirip dengan jam. Ada sembilan belas jam yang semuanya tercatat dalam perjalanan waktu dengan gerakan automata.

Sayangnya, satu-satunya manuskrip dari karya ini telah rusak dan tidak mungkin memahami dengan tepat cara kerja jam ini. Jam ini terkenal menggunakan merkuri sebagai pemberat dan untuk keseimbangan. (Republika)