Ekonomi

Strategi BI untuk Kembangkan Usaha Syariah

25 July 2017



Industri keuangan syariah dan industri halal Indonesia di tingkat global memang sudah masuk dalam 10 besar, tetapi belum menjadi pemain utama. Rata-rata peringkat Indonesia berada di tengah, di kisaran peringkat 5. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) pun telah menyiapkan sejumlah strategi.

Gubernur BI Agus Dw Martowardojo mengatakan, ke depannya pihaknya ingin menumbuhkembangkan industri halal dan keuangan syariah. “Terkait inisiatif strategi utama kami untuk mengembangkan usaha syariah itu mulai UKM sampai besar, hingga terkait dengan usaha pengembangan pendidikan syariah yang dilakukan lembaga pesantren atau lembaga pendidikan lainnya,” katanya.

Selain itu, jika dikaitkan dengan pendalaman pasar keuangan, pihaknya ingin agar instrumen pasar uang syariah dan investornya dapat semakin luas. Dengan begitu, keuangan syariah akan semakin dalam dan semakin besar hadir di sektor ekonomi syariah.

Di sisi lain, BI juga berupaya mengantisipasi agar jangan sampai neraca pembayaran Indonesia terganggu karena begitu banyaknya permintaan barang dan jasa berdasarkan syariah di Indonesia. “Jangan sampai kita tidak bisa menyiapkan, mensuplai dan memberi penawaran sehingga terjadi impor produk halal yang membuat tekanan pada akhirnya pada neraca pembayaran Indonesia,” jelas Agus.

Terkait pernyataan Presiden Jokowi soal Jakarta sebagai pusat keuangan syariah, BI pun melihat potensi tersebut. “Kami lihat Jakarta seperti Bahrain, Abu Dhabi, Kuala Lumpur bahkan London sudah menjadi pusat-pusat ekonomi keuangan syariah dan tentu Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, kami lihat potensi itu. Kami akan upayakan agar Jakarta menjadi pusat ekonomi syariah dunia,” paparnya.