Diplomasi

Syaikh Ghannouchi: Krisis Teluk Tidak Memberikan Maslahat Kepada Umat

02 August 2017



Pimpinan Harakah An-Nahdhah Tunisia, Syaikh Ghannouchi mengatakan, apa yang terjadi saat ini di Teluk sama sekali tidak memberi manfaat kepada umat. Seperti dilansir situs Aljazeera.net, Rabu (2/8/2017).

Ia lalu menambahkan, wajib hukumnya mendukung pencabutan blokade terhadap Qatar, serta mengembalikan hubungan antar negara di Teluk seperti sediakala, dan mengaktifkan kembali peranan dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

“Krisis ini sangat disayangkan terjadi, tidak terfikirkan sebelumnya negara-negara Arab memblokade sebuah negara Arab yang juga tetangganya, padahal mereka disatukan dengan agama, mazhab, sejarah, maslahah dan budaya,” keluh Ghannuci dalam wawancara ekskulusif yang ditayangkan stasiun TV Aljazeera, Selasa (1/8/2017).

Menurutnya, tidak ada di dunia ini negara yang memiliki ikatan yang sangat kuat, melebihi kuatnya ikatan negara-negara di Teluk.

 

Pimpinan Partai Islam Moderat di Tunisia ini kemudian menambahkan, krisis teluk hanya memberikan dampak negatif kepada Tunisia dan juga umat Islam. Ia lalu menyeru kepada negara-negara di Teluk untuk bersatu dan saling bekerjasama, agar krisis ini segara berakhir. “Karena tidak mungkin sejarah dan geografis itu dapat dirubah,” katanya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengeluarkan keputusan pada bulan Juni lalu, untuk memutus hubungan deplomatik dengan Qatar. Mereka memboikot saudaranya itu dengan tuduhan menyokong teroris, sebuah tuduhan yang ditolak oleh pihak Qatar.

Keempat negara pemboikot lalu memberikan syarat kepada Qatar jika ingin menormalisasikan hubungan. Namun syarat itu dinilai Qatar sangat mengada-ngada dan tidak masuk akal. Qatar sendiri siap berdialog namun tanpa ada dikte dari pihak manapun, sehingga krisis ini dapat segera berakhir.